Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Hubungi Kami
Selasa, 15 September 2026

Badiklat Gelar Maulid Nabi, Kabadiklat Harli Siregar Ajak Insan Adhyaksa Teladani Akhlak Rasulullah
Oleh Admin | Senin, 14 September 2026
Bagikan :

JAKARTA – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (14/9/2026) malam.

Peringatan Maulid Nabi mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Benteng Menghadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas.”

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar, para pejabat struktural Badiklat, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) lingkungan Badiklat, peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I dan II, serta siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang II.

Dalam sambutannya, Harli Siregar mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan tugas sebagai insan Adhyaksa.

Menurut Harli, karakter kepemimpinan Rasulullah SAW yang menjunjung kejujuran, amanah, keadilan dan kebijaksanaan sangat relevan untuk diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.

 

Peringatan Maulid tersebut menghadirkan penceramah Ustaz Biyan Muda Intan, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para peserta agar menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan, termasuk penyalahgunaan minuman keras dan korupsi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjalani kehidupan secara seimbang serta memahami posisi manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab untuk menegakkan keadilan.

Menurut Biyan, nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Krama Adhyaksa, yakni Satya, Adhi dan Wicaksana, memiliki keterkaitan erat dengan keteladanan akhlak Rasulullah SAW.

Satya bermakna setia pada kebenaran, Adhi mengandung makna kesempurnaan atau kemuliaan, sedangkan Wicaksana berarti bijaksana dalam bertindak.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, sejalan dengan sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, serta tabligh atau menyampaikan kebenaran. Semua itu, katanya, harus dilandasi fathonah, yakni kecerdasan dan kebijaksanaan dalam bertindak.

“Integritas itu menyatukan antara ucapan dan perbuatan. Kalau kita mengatakan tidak, maka harus benar-benar tidak,” tegas Biyan.

Integritas Menjadi Ukuran Jaksa

Dalam kesempatan tersebut, Biyan juga mengajak para calon jaksa untuk memahami bahwa ukuran keberhasilan seorang jaksa bukan hanya dilihat dari kemampuan menjalankan ibadah secara personal, tetapi juga dari integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesinya.

Ia menegaskan, ibadah seperti salat dhuha, tahajud maupun puasa Senin-Kamis merupakan amalan setiap hamba Allah. Sementara “amalan jaksa” harus tercermin dalam pelaksanaan tugas profesionalnya.

“Amalan jaksa itu dia berintegritas. Jaksa itu jujur, jaksa itu harus tegas, jaksa itu harus menuntut dengan jelas sesuai hukum,” ujarnya.

Karena itu, Biyan mengingatkan para peserta pendidikan dan pelatihan agar tidak merasa cukup hanya dengan menjalankan ibadah personal, tetapi juga harus mampu menunjukkan akhlak dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut dinilai relevan bagi para peserta PKP maupun siswa PPPJ yang tengah dipersiapkan menjadi pemimpin dan aparat penegak hukum.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Badiklat Kejaksaan RI pun menjadi momentum untuk memperkuat karakter, integritas dan profesionalitas insan Adhyaksa, sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

(Muzer)

 

Infografis Kejaksaan

Tweeter Kejaksaan

Instagram Kejaksaan

Polling